Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Maret 2021

Rindu


Sumber : https://bityl.co/5qQK

Salam sobat semua, mencoba kembali belajar merangkai sebuah genre puisi versi baru, Puisi Darik (Dasa Larik) yang dikembangkan oleh Master MazMo. Seorang pejuang literasi, sang Bianglala Kata. Semoga bermanfaat.

Rindu
Oleh : Imam Syafii


Berjuta

Kata menggelora
Getarkan jiwa
 
Ungkapkan rasa terperdaya
Dalam balutan sukma 
Mengelana telusuri buana
 
Terukir dalam guratan menyatu
Bersama syair lalu menjelma
Nyata saling sapa bahasa
Tanpa suara bisu kelu
 
Simpan gemuruh mengalun menggebu
Tertulis janji bertemu hati
Asa merindu meski malu
Tenggelam bersama hening sepi
 
Dalam munajat doa
Tanpa suara menggema
Hanya bisik rasa
 
Getarkan asa
Ucap rindu
 
Padamu


Musi Rawas, 4 Maret 2021

Senin, 25 Januari 2021

Kau Lagerunal


Logo Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal)

Kau Lagerunal 

Oleh : Imam Syafii


Kau lagerunal
Mega merah
Datang tak berarah
Menyibak awan gagah
Saat mata dunia mengintip dalam celah

Kau lagerunal
Irama merdu
Merasuk membunuh kalbu
Menggugah darah merahku
Menggelora dalam nafasku
 
Kau lagerunal
Menyatu padu
Menyemai mimpi
Penerus generasi
Berguru pada yang berilmu
 
Kau lagerunal
Cahaya penerang
Merangkai kata
Mengukir makna
 Terang tak berpenghalang
 
Kau lagerunal
Bumi literasi
Menumbuhkan bibit penulis sejati
Merawat tradisi
Giat berliterasi
 
Kau lagerunal
Karyamu abadi
Membumi
Menyatu dalam kata
Lagerunal sebutya


Salam Literasi
Komunitas Lagerunal (Cakrawala Blogger Guru Nasional)
Musi Rawas, 25 Januari 2021

Kamis, 21 Januari 2021

#KamisMenulis: SuakaMargaKata - Aku Menantimu "Lose"

 


#KamisMenulis: SuakaMargaKata - Lose

Assalamualaikum Wr Wb.

Semangat Sore Sobat Lage.Tanpa terasa seminggu telah berlalu dan Program Mingguan#KamisMenulis telah menyapa kembali. Sebuah program Komunitas Lagerunal yang penuh tantangan dan membuka cakrawala imajinasi para penggemar narasi. Merangkai kata demi kata menjadi kalimat penuh makna, sehingga menjadikan hidup ini lebih berarti agar mampu “berbagi apa yang dipahami dan memahami apa yang dibagi”. Inilah yang memotivasi saya dan tentunya Sobat Lage semua sebuah motto dari sang master sekaligus Koordinator#KamisMenulis, Sudomo, S.Pt yang menyandang nama pena Momo DM. Sang Pena Emas dari Lombok.

Seperti biasa, saya selalu menjadi peserta terakhir dan tertinggal dalam menjawab tantangan. Lihat saja tantangan#KamisMenulis pada edisi 14 Januari 2021 dengan tema menulis profil teman. Meski tantangan selesai akan tetapi saya menjadi peserta paling akhir menjawab tantangan.

Parahnya lagi nih, untuk tantangan#SelasaBerbagi dengan tema membuat Tema dan Premis sebuah Cerpen yang dilengkapi dengan Plot dan Penokohan sampai saat ini belum juga selesai. Mohon dimaklumi masih belajar dan tertatih-tatih. Mohon maaf @MazMo ya.

Tapi untuk Tantangan #KamisMenulis edisi 21 Januari 2021, saya berusaha semaksimal mungkin agar tidak lagi terlambat. Untuk yang tercepat sepertinya sang juaranya adalah bu Yusni. Benar saja meski rona pagi masih malu untuk membuka diri tepatnya pukul 04.46 WIB, bu Yusni sudah gerak cepat (gercep) menuliskan namanya pada urutan pertama daftar list postingan#KamisMenulis edisi 21 Januari 2021.

Tantangan#KamisMenulis edisi 21 Januari 2021 mengambil tema #SuakaMargaKata - Lose. Kata ‘Lose’, masih terasa sangat asing terdengar bagi seorang faqir yang sudah lama tak mengasah pikir. Terisolir dalam geliat aktivitas rutin yang tidak pernah mau mengenal akhir.

Menariknya lagi nih Sobat Lage, sang master@Momo DM menyediakan hadiah buku bagi yang beruntung. Wah betul-betul keren tantangannya.  Komunitas Lagerunal betul-betul luar biasa.

Nah ini jawaban tantangan #KamisMenulis : SuakaMargaKata - Lose. Sebuah Puisi untuk Lose dari saya. Jujur tidak banyak mengerti dengan 'Lose'. Namun hebat sang master yang memiliki ide untuk memperkaya literasi, melindung dan membumikan "Lose" ke seluruh negeri. Saya hanya mampu membuat jawaban tantangan dengan sebuah Puisi yang mungkin kurang berarti.

Semoga Sobat Lage berkenan dan sudi mampir di blog saya mamilenila.blogspot.com dalam Program  #KamisMenulis SuakaMargaKata - Lose


Puisiku


Aku Menantimu ‘Lose’

 

Malam pekat

Kelam tak bertemaram

Rembulan pun tersekat

Oleh awan yang tak mau diam

Aku menantimu ‘Lose’

 

Lalu tekad mulai tumbuh kuat

Menyibak awan seram yang tak lagi seragam

Membawa pesan dari yang Maha Kuat 

Kala surya keluar dari singgasana malam

Aku menantimu ‘Lose’

 

Kucoba langkahkan kaki meski jalanan sepi

Teringat akan janji yang terpatri

Akan pertemuan pasti yang dinanti

Janji hati yang tak mungkin akan dihianati

Aku menantimu ‘Lose’

 

Kala wajah malam kembali kelam

Kurasakan nafasnya tak lagi mampu ku tahan

Berteman dalam diam  

Meski rindu tidak lagi tertahan

Aku menantimu ‘Lose’

 

Tanpa kata kutemukan kehangatan Lageruna

Sembari menelusuri makna janji yang tertera

Menguatkan hati membuka cakrawala

Melangkah menelusuri Suaka Marga Kata

Mengungkap asa ‘Aku menantimu Lose’

 

Kini janji terpenuhi

Pertemuan dua hati sejoli

Bercengkrama tanpa henti

Menebarkan wangi ke seantero negeri

Aku menantimu ‘Lose’





“Lose” - kelas yang tertinggi atau terbaik (dalam gedung bioskop dan sbg). Lose menjadi tempat yang selalu dinantikan dan diimpikan oleh mereka yang ingin meraih kedudukan dan kelas tertinggi atau terbaik. Meski itu hanya dalam sebuah bioskop, selalu mencari tempat yang terbaik untuk menikmati  film yang disukai. 

Sang maestro menginginkan tempat terbaik untuk menyenandungkan musiknya. Demikian juga seorang penulis tentu ingin memiliki kelas terbaik dan tertinggi sebagai tempat ekspresi dan berliterasi sebagai panggung literasi tertinggi dan terbaik agar bisa berbagi sesama seantero negeri. Meraih “Lose” untuk berbagi yang dipahami dan memahami yang dibagi (Momo DM).

Wassalam.

 Salam literasi. Sobat Lage.

 

Minggu, 14 Oktober 2018

Puisiku : Balada Teknologi

Puisiku : Balada Teknologi
                 Karya: Crista Sahara
                 (Kiriman Siswi SMPN Tugu
                 Sempurna)

Kini jari jemari fasih membuka cakrawala dunia                          Teknologi  perantara pembuka jalan utama
Ketika mulut bicara tanpa berkata
Celotehan terpampang di dinding maya
Zaman kemajuan perlahan mencium merata
Laju globalisasi seakan tak bercela

Dunia bagai tanpa batas pemisah  
Teknologi jadi pakaian umat manusia                       
Kerumitan dunia bukan menjadi masalah
Demua instan tak perlu payah

Jarak jangkauan bukan kendala                                                   semua cepat ligat                                        
Teknologi berbagai bentuk
Melekat erat di hati umat
Hidup tanpa teknologi  bagai monitor tak berlayar        
                                                                    Namun, teknologi terkadang harus di ejek
Virus moral mulai menyerang
Jangan acuhkan
Jangan salahkan
Teknologi itu kemajuan
Umatlah jadi pemilahnya

Jumat, 12 Oktober 2018

Puisiku : Rinduku Untuk Kalian

Foto Profil : Ayu Julianti 

Puisiku : Rinduku Untuk Kalian
Oleh:Ayu Julianti (Siswi Kelas X MIA                 MAN 1 Musi Rawas)

Sedetik raga ini jauh
Hati ini begitu rindu
Rindu akan bersama
Rindu pula akan kasih sayang

Ibu... Ayah...
Aku rindu pelukan hangat kalian
Adik... kakak...
Aku rindu kebersamaan kita

Rembulan jaga mereka
Ketika mereka sedang tidur
Mentari pagi hangatkan tubuh
Ketika mereka merasa kedinginan

Embun pagi...
Kumohon salamka  rindu ini kepada mereka
Dan katakanlah bahwa aku merindukan mereka

Kamis, 11 Oktober 2018

Puisiku : Duka Palu, Duka Kita

Foto Profil : Julianti (Mahasiswi IAIN Curup-Alumnus MAN 1 Musi Rawas)

Duka Palu, Duka Kita
Karya : Julianti

Masih lekat dalam ingatan
Duka Lombok, kini Sulteng, besok?
Yaa...
Mungkin saja kita yg akan berduka.
Yaa, kita!
Kau ingat bukan, pekan lalu kita masih tertawa bersama.
Bahagia bersama karena kita adalah Indonesia

Lalu kini?
Apakah kita masih mau terus tertawa Disaat mereka kini sudah menutup mata
Mereka kehilangan sanak saudara Anak-anak kecil menjerit ketakutan
Tak ada yang bisa menolong
Tak peduli seberapa tinggi jabatanmu

Yaa...
Saat ini kita yang butuh mereka.
Lalu apa yg kita butuhkan!!
Kita butuh agar mereka mau menerima bantuan yang tak seberapa
Ini bukan hanya ajakan untuk membantu mereka
Sekali lagi bukan
Karena sejatinya apa yang kita tuai itulah yang kita tanam

Yaa...
Kepedulianmu detik ini adalah kepedulian terhadap dirimu sendiri Mari ulurkan tanganmu karna Allah tak pernah dusta dengan janji-Nya sendiri
Duka Palu adalah duka kita.